Minggu, 17 Januari 2016

makalah teknologi pendidikan

TUGAS INDIVIDU
Mata Kuliah : Teknologi Pendidikan
Dosen : DR.Ari Basuki.M.Pd


Disusun Oleh:
VIDYANITA

JURUSAN :
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) III
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) MIFTAHUL`ULUM  TANJUNGPINANG

 Kata Pengantar
Assalamualaikum wr.wb
Alhamdulillah puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat-nikmatnya, serta memberikan ilmu pengetahuan. Sehingga kami bisa menyelesaikan sebuah Makalah .
Shalawat dan salam semoga tetap tercurah dan terlimpah kepada seorang manusia biasa yang mempunyai akhlak yang sangat mulia, yaitu Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat, serta pengikutnya yang istiqomah menjalankan sunnah-sunnah dari dulu, sekarang hingga hari pembalasan Allahumma salli ‘ala Muhammad.
Selesai makalah ini, tentunya tidak lepas dari bimbingan dosen DR Ari Basuki M.Pd. serta keluarga yang selalu mendukung, untuk itu kami khususnya, dan memberikan banyak manfaat kepada pembaca pada umumnya. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW.”Sebaik-baik di antara manusia sekalian, ialah orang yang memberi manfaat kepada orang lain.





 Tanjungpinang, 12 januari 2015
                                                


                                                                                               Penulis


Daftar Isi
Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
BAB I PENDAHULUAN1
A.          Latar Belakang1
B.           Rumusan Masalah1
C.           Tujuan Penulisan2
D.          Kegunaan Penulisan3
E.           Metode Penulisan3
BAB II PEMBAHASAN2
a.         Domain atau wilayah teknologi pendidikan4
b.         Makna, Fungsi beserta Peran Kawasan Teknologi Pendidikan8
c.         Kawasan Teknologi Pendidikan9
d.        Teknologi Pendidikan14
e.         Macam-Macam, Manfaat Dan Kekurangannya Teknologi Pendidikan 14
f.          Teknologi Instruksional18
g.         Pergeseran Istilah Educational Technology ke arah Instructional Technology21
h.         Desain sistem teknologi pembelajaran dan Desain Pesan23
i.           Teori-teori Pembelajaran dalam Desain Teknologi Pembelajaran30
j.           Teknologi32
k.         Teknologi Pendidikan33
l.           Tahapan Perkembangan Teknologi Pendidikan34
m.       Perkembangan dan Ruang Lingkup Teknologi Pendidikan35
n.          Teori-teori manajemen38
o.         Kontribusi Teori Manajemen dalam Teknologi Pendidikan40
p.         Macam-macam Teknologi dalam Menciptakan Sistem Pendidikan41
q.            Macam-macam Teknologi dalam Menciptakan Sistem Pendidikan42
r.              Aplikasi Teknologi Manajemen dalam Pemecahan Masalah Pembelajaran43
BAB III PENUTUP44
A.              Kesimpulan 44
B.               Saran44
Daftar Pustaka46


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Di era baru dalam dunia pendidikan ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi begitu cepat, dampaknya semua sendi kehidupan merasakan  perkembangan ini, termasuk dalam dunia pendidikan. Pendidikan merupakan investasi manusia untuk mempersiapkan kehidupan yang lebih baik dikemudian hari, maka seduah menjadi kewajiban untuk mengelola pendidikan secara professional agar didapati hasil yang maksimal pula.
Salah satu usaha untuk memaksimalkan hasil pendidikan pendidikan adalah dengan memanfaatkan teknologi dalam dunia pendidikan, baik dalam sikap maupun langkah. Sehingga kita tidak terjebak secara latah memakai teknologi canggih dan atau sebaliknya apriori terhadap pemakaian teknologi. Oleh karena itu dalam langkah dan sikap ini perlu kiranya tetap dijaga agar peran teknologi adalah tetap sebagai alat dan bukan sebagai tujuan. Teknologi sebagai “tool” hendaknya menjembatani dan membantu mengatasi persoalan-persoalan tersebut.
Pada hakekatnya semua jenis teknologi dapat dimanfaatkan, asal dipilih sesuai dengan penggunaanya yang tepat sesuai dengan tempat dan waktu. Dalam hal teknologi komunikasi maka pemilihan perlu dilakukan dengan memperhatikan juga tempat, waktu dan komunikasi. Teknologi komunikasi memegang peranan penting dalam pendidikan. Pendidikan yang melibatkan manusia sebagai makhluk social, tidak bisa lepas fungsi dari interaksi melalui komunikasi antar sesamanya. Oleh karena itu pendidikan tidak bisa berjalan tanpa adanya komunikasi
Dengan adanya teknologi komunikasi berkembang dengan pesat, ini memungkinkan kita bisa mengakses informasi dari seluruh penjuru dunia untuk kepentingan peningkatan pendidikan. Makalah yang sederhana ini mencoba untuk menelaah pengertian teknologi pendidikan ruang lingkupnya, unsur-unsur pendukungnya serta kegunaanya dalam mengembangkan pendidikan Islam.
B.     Rumusan Masalah
a.       Apa yang dimaksud dengan Domain atau wilayah teknologi pendidikan ?
b.      Bagaimana Makna, Fungsi beserta Peran Kawasan Teknologi Pendidikan ?
c.       Apa saja Kawasan Teknologi Pendidikan ?
d.      Apa yang dimaksud dengan Teknologi Pendidikan ?
e.       Apa saja Macam-Macam, Manfaat Dan Kekurangannya Teknologi Pendidikan ?
f.       Apa yang dimaksud dengan Teknologi Instruksional ?
g.      Bagaimana Pergeseran Istilah Educational Technology ke arah Instructional Technology ?
h.      Apa yang dimaksud dengan Desain sistem teknologi pembelajaran dan Desain Pesan ?
i.        Apa saja Teori-teori Pembelajaran dalam Desain Teknologi Pembelajaran ?
j.        Apa yang dimaksud dengan Teknologi ?
k.      Apa yang dimaksud dengan Teknologi Pendidikan  ?
l.        Bagaimana Tahapan Perkembangan Teknologi Pendidikan ?
m.    Bagaimana Perkembangan dan Ruang Lingkup Teknologi Pendidikan ?
n.      Apa saja Teori-teori manajemen ?
o.      Bagaimana Kontribusi Teori Manajemen dalam Teknologi Pendidikan ?
p.      Apa saja Macam-macam Teknologi dalam Menciptakan Sistem Pendidikan ?
q.      Apa saja Macam-macam Teknologi dalam Menciptakan Sistem Pendidikan ?
r.        Bagaimana Aplikasi Teknologi Manajemen dalam Pemecahan Masalah Pembelajaran ?
C.    Tujuan penulisan
a.       Untuk mengetahui pengertian Domain atau wilayah teknologi pendidikan
b.      Untuk mengetahui bagaimana Makna, Fungsi beserta Peran Kawasan Teknologi Pendidikan
c.       Untuk mengetahui apa saja Kawasan Teknologi Pendidikan
d.      Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Teknologi Pendidikan
e.       Untuk mengetahui apa saja Macam-Macam, Manfaat Dan Kekurangannya Teknologi Pendidikan
f.       Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Teknologi Instruksional
g.      Untuk mengetahui bagaimana Pergeseran Istilah Educational Technology ke arah Instructional Technology
h.      Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Desain sistem teknologi pembelajaran dan Desain Pesan
i.        Untuk mengetahui apa saja Teori-teori Pembelajaran dalam Desain Teknologi Pembelajaran
j.        Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Teknologi
k.      Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Teknologi Pendidikan  
l.        Untuk mengetahui bagaimana Tahapan Perkembangan Teknologi Pendidikan
m.    Untuk mengetahui bagaimana Perkembangan dan Ruang Lingkup Teknologi Pendidikan
n.      Untuk mengetahui apa saja Teori-teori manajemen
o.      Untuk mengetahui bagaimana Kontribusi Teori Manajemen dalam Teknologi Pendidikan
p.      Untuk mengetahui apa saja Macam-macam Teknologi dalam Menciptakan Sistem Pendidikan
q.      Untuk mengetahui apa saja Macam-macam Teknologi dalam Menciptakan Sistem Pendidikan
r.        Untuk mengetahui bagaimana Aplikasi Teknologi Manajemen dalam Pemecahan Masalah Pembelajaran
D.    Kegunaan Penulisan
Adapun kegunaan penulisan makalah ini sebagai berikut:
1.         Sebagai salah satu pesyaratan untuk menyelesaikan mata kuliah teknologi pendidikan.
2.         Dapat memberi tambahan pengetahuan bagi penulis sendiri tentang teknologi pendidikan
E.     Metode Penulisan
Penulisan makalah ini menggunakan metode pustaka. Dalam pengumpulan data-data penulis menggunakan studi kepustakaan (library research), dengan merujuk kepada beberapa buku yang relevan. Dalam pengumpulan data-data tersebut penulis lebih mengacu kepada data-data dari beberapa buku yang menyangkut judul makalah ini.
BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Domain atau wilayah teknologi pendidikan
Secara etimologis, domain berarti wilayah/ daerah kekuasaan atau bidang kajian/ kegiatan/ garapan yang lebih kecil, terinci dan spesifik dari lahan/ lapangan/ cakupan suatu ilmu. Adapun Teknologi pendidikan sebagai teori dan praktik secara faktual yang telah menjadi bagian integral dari upaya pengembangan sumber daya manusia khususnya pada sistem pendidikan dan pelatihan. Idealnya setiap teknologi pendidikan,pembelajaran terutama yang memperoleh pendidikan akademik perlu menguasai beberapa kawasan teknologi pendidikan.
Teknologi Pendidikan dapat pula dirumuskan sebagai suatu bidang yang memiliki unsur-unsur nya adalah sebagai berikut :- Suatu bidang yang berkepentingan dengan kegiatan belajar manusia. Kegiatan itu dilaksanakan secara sistematis, mencakup: identifikasi pengembangan, pengorganisasian dan penggunaan segala macam sumber belajar. Ada beberapa prinsip penerapan Teknologi Pendidikan yaitu :
1.      Penerapan kawasan pemanfaatan ini disebut pemanfaatan kontekstual. Artinya pemecahan permasalahan belajar pada bidang PLB, ditelaah dengan kerangka teoretik TEP.
2.      Penerapan kawasan TEP pada bidang PLB terkait erat dengan konsep PLB, istilah PLB diadopsi dari special education. Subjekmbelajar mencakup individu dengan berbagai ragam kekhususan,yang memiliki karakteristik individual. Usia subjek sasaran, mencakup intervensi anak usia dini, anak  usia sekolah, anak usia remaja, dan anak usia pasca remaja
3.      Dari segi subjek garapan bidang PLB menangani intervensi kepada semua individual with special needs. Subjek garapan ini mencakup visual impairment, speech and language disorders, communication disordes, hearing impairment, developmental disabilities, motor impairment, health disorders, emotional disabilities, autism and multiple impairment.
4.      Bidang PLB mengkaji secara konseptual dan praktis pendidikan bagi individu with special needs pada seluruh jenjang dan jenis pendidikan. Wilayah layanan pembelajaran, mencakup layanan pembelajaran di lembaga sekolah, serta layanan pada masyarakat, dan lembaga kerja untuk anak.
5.      Bentuk layanan PLB tidak terbatas pada lembaga pendidikan formal, tetapi juga lembaga layanan non-formal. Lembaga PLB menangani pendidikan inklusi, inovasi PLB, layanan masyarakat tentang anak, layanan orangtua dari anak, pengembangan pendekatan pembelajaran sesuai ragam kekhususan dan pendidikan vokasional.
6.      Materi intervensi mencakup pembelajaran vokasional, pembelajaran bidang studi (untuk ABK dengan kecerdasan normal), pembelajaran program khusus, serta ketrampilan domestik dan kompetensi adaptif.
7.      Sumber/alat pembelajaran mencakup pemanfaatan peralatan pembelajaran khusus, adaptasi peralatan pembelajaran anak normal, serta pemanfaatan sumber belajar lingkungan nyata sesuai ragam kekhususan, dan pemanfaatan bengkel kerja anak.
Namun juga ada menurut para ahli pengertian dari pengertian domain atau wilayah teknologi pendidikan, diantaranya :


1.      Menurut Davies (1978)
Davies merumuskan bahwa teknologi pendidikan sesuai dengan gejala pendidikan yang di amati. Pembahasan davies juga dirangkum dari kumpulan tulisan klasik yang di sunting oleh Ely dan plomp.[1]
Davies merumuskan tiga pendekatan sehubungan dengan bidang garapan atau kawasan teknologi pendidikan. Rumusan davies berikut meliputi pendekatan perangkat keras (hardware), pendekatan perangkat lunak (software), dan perpaduan pendekatan perangkat keras dan perangkat lunak. Berikut uraiannya :
a.       Pendekatan perangkat keras (hardware)
Pendekatan ini mengusahakan kegiatan guru yaitu mengajar dengan memanfaatkan penggunaan perangkat keras. Penggunaan perangkat keras di maksudkan agar terjadi otomatisasi atau proses mekanistik dalam kegiatan belajar mengajar.
b.      Pendekatan Perangkat Lunak (Software)
Pada tahap ini teknologi pendidikan “meminjam” teori dari ilmu prilaku yang ditetapkan untuk mengatasi kesulitan belajar. Teori lain yang di tetapkan adalah teori instruksional. Teori ini membahas cara-cara memperbaiki, memperbaharui, atau merancang situasi yang betul-betul di butuhkan oleh siswa.
c.       Pendekatan Perpaduan Perangkat Keras Dan Perangkat Lunak
Pendekatan perpaduan menerapkan sistem analisis dalam pendidikan dan kegiatan instruksional. Penerapan sistem analisis dianggap mampu mengurangi bias terhadap individu siswa sehingga siswa dapat berperan dalam kelompoknya dengan dinamis. Selain alasan tadi pendekatan perpaduan di anggap lebih manusiawi serta integratif (terpadu) dengan kondisi  belajar mengajar sehari-hari.
2.      Menurut Assosiation for Educational Communication and Technology
Skema kawasan yang diuraikan oleh AECT (1977 dan 1994) melekat satu sama lain Visualisasi kawasan dan bidang garapan menjadi satu, namun mencerminkan keduanya. Perbedaanya terletak pada cara pandang konsep kawasan terpisan dari konsep bidang garapan. Dengan demikian kawasan dibahas seiring dengan penjabaran bidang garapan.
·         Kawasan AECT 1997
Teknologi pendidikan, teknologi intruksional, sumber belajar, komponen bidang garapan : rancangan, pengembangan, evaluasi, sumber belajar, peserta didik.
Salah satu cirri khas dari bidang garapan yang di rumuskan Tim khusus AECT tahun 1977 adalah penekanan model kawasan pada usaha mengabsahkan pekerjaan yang menonjolkan “lahan” yang dapat di garap oleh para praktisi teknologi pendidikan.sebagaimana biasanya, proses belajar menjadi factor utama dalam proses belajar dan pendidikan
·           Kawasan berdasarkan definisi teknologi pendidikan menurut AECT Definisi terbaru tahun 2008 merupakan pengembangan dari kawasan sebelumnya, dan tiap kawasan melanjutkan perkembangannya. Definisi 2008 sudah lebih spesifik karena menekankan pada studi dan etika praktek. Berikut definisi teknologi pendidikan menurut AECT 2008 “educational technology is the study and ethical practice of facilitating lerning and improving performance by creating, using, and managing appropriate technological process and resource” bahwa teknologi pembelajaran adalah studi dan etika praktek untuk memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja melalui penciptaan, penggunaan, dan pengaturan proses serta sumber daya teknologi. Kawasannya terdiri dari : Study, Praktik etis, Memfasilitasi, Pembelajaran, Improving, Performance (meningkatkan), Appropriate (yang layak), Teknologi, Proses, Sumber.
B.     Makna, Fungsi beserta Peran Kawasan Teknologi Pendidikan
a.       Makna Kawasan Teknologi Pendidikan
Secara etimologis, domain atau kawasan berarti wilayah daerah kekuasaan atau bidang kajian, kegiatan, garapan yang lebih kecil, terperinci dan spesifik dari lahan lapangan cakupan suatu ilmu. Adapun Teknologi pendidikan sebagai teori dan praktik secara faktual yang telah menjadi bagian integral dari upaya pengembangan sumber daya manusia khususnya pada sistem pendidikan dan pelatihan. Idealnya setiap teknologi pendidikan, pembelajaran terutama yang memperoleh pendidikan akademik perlu menguasai beberapa kawasan teknologi pendidikan.
b.      Fungsi Kawasan Teknologi Pendidikan
Mengetengahkan sifat taksonomi dari struktur kawasan. Tujuan utama dalam membuat suatu taksonomi adalah untuk mempermudah komunikasi. Pesatnya perubahan dan penyesuaian teknologi menuntut terjadinya alih pengetahuan dari teknologi yang satu kepada yang lain. Tanpa “kemungkinan dapat ditransfer” ini landasan penelitian harus diciptakan kembali untuk setiap teknologi yang baru. Dengan mengidentifikasi lingkup taksonomi, kaum akademisi dan para praktisi  dapat memecahkan permasalahan penelitian.
c.       Peran Kawasan Teknologi Pendidikan
Assosiation for Educational Communication and Technology (AECT) mendefinisikan 5 domain Teknologi pendidikan yaitu design, development, utilization, management and evaluation. Pada tiap domain juga terdiri atas beberapa sub domain. Kawasan teknologi pendidikan membagi banyak kesamaan dalam mendefinisikanya dan memperkuat landasannya, sebagaimana keilmuan lainya dan aplikasi keilmuan sosial.[2] Definisi yang di kutip Luppicini (2005) tentang konsep kawasan teknologi pendidikan adalah suatu tujuan yang berorientasi pada pendekatan sistem pemecahan masalah memanfaatkan peralatan, teknik, teori dan metode dari berbagai banyak bidang pengetahuan, untuk :
a.       Merancang, mengembangkan dan menilai, efektifitas dan efisiensi sumber manusia dan mesin dalam memfasilitasi dan mempengaruhi semua aspek pembelajaran.
b.      Pedoman agen perubahan perubahan sistem dan praktek dalam hal untuk membagi dalam mempengaruhi perubahan dalam sosial.
C.    Kawasan Teknologi Pendidikan
Kawasan menurut AECT 1994 antar lain yaitu :
a.       Kawasan Desain
Kawasan desain berasal dari psikologi pendidikan. Intinya, desain adalah proses untuk menentukan kondisi belajar dengan tujuan untuk menciptakan strategi dan produk[3]. Kawasan desain terdiri atas :
·         Desain sistem pembelajaran
Yaitu prosedur yang terorganisasi dan sistematis untuk penganalisisan ( proses perumusan yang akan dipelajari) perancangan ( proses penjabaran bagaimana cara mempelajarinya ) pengembangan ( proses penulisan atau pembuatan produksi bahan-bahan belajar ) pelaksanaan atau aplikasi ( pemanfaatan bahan dan strategi ) dan penilaian ( proses penentuan ketepatan pembelajaran).
Kata Desain mempunyai dua makna yaitu tingkat makro dan tingkat mikro  yang keduanya menunjukkan pendekatan sistem dan langkah pada pendekatan sistem. Pada desain sistem pembelajaran proses sangat penting sama seperti produk karena kepercayaan produk berlandasakan pada proses.
·         Desain Pesan
Yaitu perencanaan untuk merekayasa bentuk fisik dari pesan agar terjadi komunikasi antara pengirim dan penerima pesan,dengan memerhatikan prinsip-prinsip perhatian, persepsi, dan daya tangkap.
·         Strategi pembelajaran
Yaitu spesifikasi untuk menyeleksi serta mengurutkan peristiwa belajar atau kegiatan pembelajaran dalam suatu mata pelajaran.
·         Karakteristik peserta didik
Yaitu aspek latar belakang pengalaman peserta didik yang memengaruhi terhadap efektifitas proses belajarnya, mencakup keadaan sosio-psiko-fisik peserta didik.
b.      Kawasan Pengembangan
Proses penerjemahan spesifikasi desain kedalam bentuk fisik. Mencakup banyak variasi teknologi. Kawasan pengembangan meliputi :
-            Teknologi cetak
Cara untuk memproduksi atau menyampaikan bahan seperti buku-buku dan bahan visual yang statis, terutama melalui proses pencetakan mekanis atau fotografi.
-            Teknologi audiovisual
Teknologi audiovisual merupakan cara memproduksi dan menyampaikan bahan dengan menggunakan peralatan mekanis dan elektronis untuk menyajikan pesan audio dan visual. Teknologi AV dinilai lebih aktif karena sifatnya memerlukan indra pendengaran dan penglihatan peserta didik.
-            Teknologi berbasis komputer
Tekonologi berbasis komputer merupakan cara-cara memproduksi dan menyampaikan bahan dengan menggunakan perangkat yang bersumber mikroprosesor.
-            Teknologi terpadu
Merupakan cara untuk memproduksi dan menyampaikan bahan dengan memadukan beberapa jenis media yang dikendalikan oleh komputer.
c.       Kawasan Pemanfaatan
Aktifitas menggunakan proses dan sumber untuk belajar. Meliputi pemanfaatan media, difusi, inovasi, implementasi, dan institusionalisasi, kebijakan dan regulisasi. Kawasan pemanfaatan mencangkup :
·         Pemanfaatan media
Dengan batasan “penggunaan yang sistematis dari sumber untuk belajar.
·         Difusi inovasi
Proses berkomunikasi melalui strategi pembelajaran dalam keadaan yang sesungguhnya. Adapun pelembagaan salah penggunaan yang rutin dan pelestarian  dari inovasi pembelajaran dalam suatu struktur atau budaya organisasi.
·         Kebijakan dan regulasi
·         Sebagai aturan dan tindakan nyata dari pengguna atau dari pembuat keputusan untuk menerima inovasi(dalam teknologi pembelajaran).
d.      Kawasan Pengelolaan
Meliputi pengelolaan TP melalui perencanaan, pengorganisasian, pengoordinasian,dan supervisi. Pengelolaan adalah bagian integral dan sering di hadapi oleh para teknologi pembelajaran. Pengelolaan meliputi: (1) pengelolaan proyek,yaitu mempin pekerjaan yang harus selesai dalam kurun waktu tertentu. Sebagai contoh, proyek pengembangan suatu produk pembelajaran tertentu (2) pengelolaan sumber, yaitu mengatur bagaimana memanfaatkan dengan optimal sumber yang ada (3) pengelolaan sumber penyampaian, agar suatu medium sampai, atau dapat dijangkau oleh pengguna sekaligus menyediakan perangkat keras dan perangkat lunak, termasuk cara menggunakanya dan (4) pengelolaan informasi, yaitu bagaimana informasi dapat diterima, dan dapat menghasilkan perubahan atas kurikulum dan desain pembelajaran.[4]
e.       Kawasan Penilaian
Proses penentuan memadai tidaknya pembelajaran dan belajar. Penilaian adalah kegiatan untuk mengkaji serta memperbaiki suatu produk atau program. Kawasan penilaian beranjak dari (1) analisis masalah (2) pengukuran acuan patokan (criteria-refenced test) (3) evaluasi formatif yang bermanfaat untuk pengembangan program dan produk pembelajaran serta (4) evaluasi sumatif.
f.       Kawasan Perlengkapan
Kawasan ini mungkin merupakan hal yang paling pelik dan berliku-liku dibandingkan domain lain dalam Teknologi Pembelajaran. Dalam domain inilah digeluti segala hal tentang pendaya gunaan media instruksional yang baik untuk mencapai tujuan pengajaran, termasuk urusan pelembagaan serta kebijakan dan peraturan yang dapat mendukung atau sebaliknya menghambat. Domain perlengkapan merupakan bagian usaha mendayagunakan proses dan sumber belajar untuk mencapai tujuan pengajaran.
g.      Kawasan Evaluasi
Evaluasi merupakan proses menentukan kesesuaian antara materi pelajaran dan proses belajar. Evaluasi dimulai dengan analisis problem yang merupakan langkah awal penting dalam pengembangan dan evaluasi isi pelajaran karena tujuan dan kendalanya diklarifikasi selama langkah ini dilaksanakan.

D.    Pengertian Teknologi Pendidikan
Menurut Yp Simon (1983), teknologi adalah suatu displin rasional yang dirancang untuk meyakinkan penguasaan dan aplikasi ilmiah. Pengertian Teknologi Pendidikan diabad ke dua puluh meliputi lentera pertama proyektor slide, kemudian radio dan kemudian gambar hidup. Sedangkan abad 19 ke bawah sampai lima belas teknologi lebih diartikan papan tulis dan buku. Menurut Prof. Sutomo dan Drs. Sugito, M.Pd ”Teknologi Pendidikan adalah proses yang kompleks yang terpadu untuk menganalisis dan memecahkan masalah belajar manusia/ pendidikan.
Menurut ”Mackenzie, dkk” (1976) Teknologi Pendidikan yaitu suatu usaha untuk mengembangkan alat untuk mencapai atau menemukan solusi permasalahan. Jadi Teknologi Pendidikan adalah segala usaha untuk memecahkan masalah pendidikan. Lebih detail dapat diuraikan bahwa :
a.         Teknologi Pendidikan lebih dari perangkat keras. Ia terdiri dari desain dan lingkungan yang melibatkan pelajar.
b.         Teknologi dapat juga terdiri segala teknik atau metode yang dapat dipercaya untuk melibatkan pelajaran; strategi belajar kognitif dan keterampilan berfikir kritis.
c.          Belajar teknologi dapat dilingkungan manapun yang melibatkan siswa belajar secara aktif, konstruktif, autentik dan kooperatif seta bertujuan.
E.     Macam-Macam, Manfaat Dan Kekurangannya Teknologi Pendidikan
Dalam inovasi pendidikan tidak bisa lepas dengan masalah revolusi metode, kurikulum yang inovatif, teknologi serta SDM yang kritis untuk bisa menghasilkan daya cipta dan hasil sekolah sebagai bentuk perubahan pendidikan. Untuk itu ada lima teknologi baru yang dapat menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik.
1.    Lima macam Teknologi
a.    Sistem berpikir
Sistem berpikir menjadikan kita untuk lebih hati-hati dengan munculnya tiap mode didunia pendidikan. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya perubahan yang tidak kita inginkan.. Jadi sistem berpikir menghadirkan konsep sistem yang umum, dimana berbagai hal saling terkait.
b.      Desain sistem
Desain sistem adalah teknologi merancang dan membangun sistem yang baru. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan yang cepat yang meningkatkan harapan. Desain sistem memberi kita peralatan untuk menciptakan suatu sistem yang baru dan suatu strategi untuk perubahan.
c.       Kualitas pengetahuan
Mutu atau kualitas pengetahuan merupakan teknologi yang memproduksi suatu produk atau jasa/ layanan yang sesuai harapan dan pelanggan. Ilmu pengetahuan yang berkualitas telah menjadi alat yang sangat berharga dalam inovasi pendidikan/ sekolah.
d.      Manajemen Perubahan
Manajemen perubahan adalah suatu cara untuk memandu energi kreatif ke arah perubahan positif. Dapat juga diartikan sistem pemikiran yang berlaku untuk aspek manajemen inovasi tentunya dengan berorientasi pada POAC (Perencanaan,Organisasi, Aktualisasi dan Kontrol).
e.       Teknologi pembelajaran
Disini ada dua bagian yaitu peralatan Pelajar elektronik (Komputer, multimedia, Internet, telekomunikasi), dan pembelajaran yang didesain, metode dan strateginya diperlukan untuk membuat peralatan elektronik yang efektif. Pelajaran elektronik ini mengubah cara mengkomunikasikan belajar. Jadi teknologi pembelajaran adalah sistem pemikiran yang berlaku untuk instruksi dan belajar.
2.    Tiga macam teknologi pendidikan
Macam-macam teknologi pendidikan menurut Davies (1972) ada tiga yaitu:
a.    Teknologi pendidikan satu
Teknologi pendidikan satu yaitu mengarah pada perangkat keras seperti proyektor, laboratorium, komputer (CD ROM, LCD, TV, Video dan alat  lektronik lainnya). Teknologi mekanik ini dapat mengotomatiskan proses belajar mengajar dengan alat yang memancarkan , memperkuat suara, mendistribusikan, merekam dan mereproduksi stimuli material yang menjangkau pendengar/ siswa dalam jumlah yang besar. Jadi teknologi satu ini efektif dan efisien.
b.    Teknologi pendidikan dua
Teknologi pendidikan dua mengacu pada ”perangkat lunak” yaitu menekankan pentingnya bantuan kepada pengajaran. Terutama sekali dalam kurikulum, dalam pengembangan instruksional, metodologi pengajaran, dan evaluasi. Jadi teknologi dua, menyediakan keperluan bagaimana merancang yang baru atau memperbarui yang sekarang, bermanfaat pada pengalaman belajar Mesin dan mekanisme dipandang sebagai instrumen presentasi atau transmisi.
c.    Teknologi pendidikan tiga
Teknologi pendidikan tiga, yaitu kombinasi pendekatan dua teknologi yaitu “peragkat keras“ dan perangkat lunak”. Teknologi pendidikan tiga, orientasi utamanya yaitu ke arah pendekatan sistem, dan sebagai alat meningkatkan manfaat dari apa yang ada di sekitar. Dari ketiga macam tekonologi di atas dapat dikatakan bahwa teknologi pendidikan dalam konteks sebenarnya adalah tidak hanya mengacu pada perangkat keras saja seperti yang umum dijadikan sebagai persepsi yang benar, namum juga meliputi perangkat lunak dan perpaduan keduanya perangkat keras dan lunak. Berikut manfaat teknologi pendidikan dan kekurangannya
§     Manfaat teknologi pendidikan
a.       Teknologi Pendidikan sebagai peralatan untuk mendukung konstruksi pengetahuan :
-          Untuk mewakili gagasan pelajar pemahaman dan kepercayaan
-          Untuk organisir produksi, multi media sebagai dasar pengetahuan pelajar.
b.      Teknologi pendidikan sebagai sarana informasi untuk menyelidiki pengetahuan yang mendukung pelajar :
-          Untuk mengakses informasi yang diperlukan.
-          Untuk perbandingan perspektif, kepercayaan dan pandangan dunia.
c.       Teknologi pendidikan sebagai media sosial untuk mendukung pelajaran dengan berbicara.
-          Untuk berkolaborasi dengan orang lain.
-          Untuk mendiskusikan, berpendapat dan membangun konsensus antara anggota sosial.
d.      Teknologi pendidikan sebagai mitra intelektual untuk mendukung pelajar
-          Untuk membantu pelajar mengartikulasikan dan memprentasikan apa yang mereka ketahui.
e.       Teknologi pendidikan dapat meningkatkan mutu pendidikan/sekolah.
f.       Tekonologi pendidikan dapat meningkatkan fektifitas dan efisiensi proses belajar mengajar.
g.      Teknologi pendidikan dapat mempermudah mencapai tujuan pendidikan.
§     Kekurangan teknologi pendidikan
a.    Pihak guru yang tidak bisa mengoperasikan/menguasai elektronika akan tertinggalkan oleh siswa.
b.    Teknologi pendidikan memerlukan SDM yang berkualitas untuk bisa mempercepat inovasi sekolah, sedangkan realita masih kurang.
c.    Teknologi pendidikan baik itu hardware maupun software membutuhkan biaya yang mahal.
d.   Keterbatasan sarana prasarana sekolah akan menghambat inovasi pendidikan.
e.    Penggunaan teknologi pendidikan dalam bentuk Hardware memerlukan kontrol yang tinggi dari guru atau orang tua terutama internet dan software.
f.     Siswa yang tidak mempunyai motivasi yang tinggi cenderung gagal.
A.  Teknologi Instruksional
Teknologi instruksional ialah “satu bagian dari teknologi pendidikan dengan asumsi sebagai akibat dari konsep instruksional sebagai bagian pendidikan bersifat rumit dan terpadu, melibatkan orang, prosedur, gagasan, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis dan mengolah masalah, kemudian menerapkan, mengevaluasi dan mengelola pemecahan masalah pada situasi dimana proses belajar terarah dan terpantau”. Rumusan tersebut mengandalkan teknologi pendidikan sebagai suatu proses kegiatan berkesinambungan, dan merinci kegiatan yang harus dilaksanakan oleh para praktisinya.
Menurut AECT (1994) ”Teknologi instruksional adalah teori dan praktek dalam mendesain, mengembangkan, memanfaatkan, mengelola dan menilai proses-proses maupun sumber-sumber belajar.
Perbedaan definisi tahun 1977 dan 1994.
Dengan memperhatikan format rumusan ini, terlihat perbedaan menyolok antara kedua rumusan sebelumnya dengan rumusan terbaru. Perbedaan tersebut menyangkut struktur definisi terbaru lebih sederhana dan luwes serta tidak ada pemisahan antara konsep teknologi pendidikan dan teknologi instruksional. Beberapa alasan yang dikemukakan diantaranya :
1.          Proses evolusi teknologi pendidikan/instruksional dari suatu pergerakan (usaha organisasi tertentu) menjadi bidang garapan dan profesi, dimana definisi 1977 menekankan peran para praktisi, lalu definisi 1994 menekankan bidang teknologi instruksional sebagai suatu bidang garapan sekaligus terapan.
2.       Pengembangan bidang garapan dilakukan melalui kajian teori serta penelitian.
3.       Menurut definisi ini, baik proses maupun produk sama pentingnya bagi bidang garapan.
4.       Definisi ini erat kaitannya dengan keefektifan dan keefisiensian.
Konsep dasar teknologi pendidikan dan teknologi instruksional dari beberapa narasumber:
1.      Michael Molenda
Merumuskan teknologi instruksional sebagai ”seni sekaligus ilmu (pengetahuan) mengenai kegiatan merancang, memproduksi dan melaksanakannya dengan cara ekonomis namun anggun/canggih, pemecahan masalah instrusional dalam bentuk media cetak atau media pandang ,dengar, kuliah atau keseluruhan sistem instruksional yang mengatur dan mempersiapkan proses belajar dengan efisien dan efektif.
2.      Robert M Gagne
Teknologi instruksional menyangkut teknik praktis dari penyampaian instruksional yang melibatkan penggunaan media. Tujuan utama bidang teknologi instruksional adalah meningkatkan dan mengenalkan penerapan pengetahuan dan memvalidasi prosedur dalam rancangan dan penyampaian instruksional.
3.      Garry J Anglin
Teknologi instruksional adalah penerapan sistemik dan sistematis dari strategi-strategi dan teknik-teknik yang berasal dari ilmu perilaku serta ilmu untuk mengatasi masalah instruksional.
4.      Tom Cutchall (1999)
Definisi menurut Cutchal ini sama seperti definisi AECT 1994. Dia menekankan bahwa teknologi pembelajaran merupakan penelitian dan aplikasi ilmu prilaku dan teori belajar dengan menggunakan pendekatan sistem untuk melakukan analisis, desain, pengembangan, implementasi, evaluasi dan pengelolaan penggunaan teknologi untuk membantu memecahkan masalah belajar dan kinerja. Tujuan utamanya adalah pemanfaatan teknologi (soft-technology maupun hard-technology) untuk membantu memecahkan masalah belajar dan kinerja manusia.
5.      AECT (2004)
Ini adalah definisi terbaru yang menyatakan bahwa teknologi pendidikan adalah studi dan praktek etis dalam upaya memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan cara menciptakan, menggunakan/memanfaatkan, dan mengelola proses dan sumber-sumber teknologi yang tepat. Jelas, tujuan utamanya masih tetap untuk memfasilitasi pembelajaran (agar efektif, efisien dan menarik/joyfull) dan meningkatkan kinerja.
Jadi Teknologi instruksional adalah bagian dari teknologi pendidikan berdasarkan atas konsep bahwa pembelajaran (instruction adalah bagian dari pendidikan). Teknologi instruksional adalah proses yang kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari cara pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi dan mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi dimana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan dan terkontrol.
B.     Pergeseran Istilah Educational Technology ke arah Instructional Technology
AECT merumuskan definisi teknologi pendidikan versi bulan juni 2004 yang termasuk masih prematur dan dilemparkan kepada seluruh masyarakat yang terkait dengan pendidikan melalui media internet.  Konsep definisi versi 2004 adalah sebagai berikut: Teknologi pendidikan adalah studi dan praktek yang etis dalam memberi kemudahan belajar dan perbaikan kinerja melalui kreasi, penggunaan, dan pengelolaan proses dan sumber teknologi yang tepat. Kalau dianalisis, di dalam definisi tersebut terkandung beberapa elemen berikut
1.      Studi
2.      Praktek yang etis
3.      Kemudahan belajar
4.      Perbaikan kinerja
5.      Perbaikan kinerja
6.      Kreasi, penggunaan, dan pengelolaan
7.      Teknologi yang tepat
8.      proses dan sumber.
Studi yang digunakan dalam definisi tersebut merujuk pada pemaknaan studi sebagai usaha untuk mengumpulkan informasi dan menganalisisnya melebihi pelaksanaan riset yang tradisional, mencakup kajian-kajian kualitatif dan kuantitatif untuk mendalami teori, kajian filsafat, pengkajian historik, pengembangan projek, kesalahan analisis, analisa sistem, dan penilaian. Istilah studi dalam definisi tersebut pada hakekatnya ditujukan untuk memberi kemudahan belajar dan perbaikan kinerja belajar peserta didik melalui kegiatan belajar yang memanfaatkan sumber belajar yang tepat.
Definisi tersebut mengarahkan bahwa teknologi pendidikan memiliki praktek yang etis dalam memberikan kemudahan belajar dan perbaikan kinerja belajar peserta didik. Maksud dari praktek yang etis tersebut adalah adanya standar atau norma dalam mengkreasi atau merancang, menggunakan, dan mengelola proses pembelajaran dan pemanfaatan sumber belajar untuk kepentingan belajarnya peserta didik.
Dari definisi 2004 ini tergambar bahwa adanya pergeseran gerakan teknologi pendidikan dari definisi sebelumnya yaitu bahwa teknologi pendidikan atau teknologi pembelajaran sebagai teori dan praktek, bahkan bidang kajian, menjadi studi dan praktek yang etis. Hal ini mengarahkan perlu adanya kajian-kajian yang mendalam dan lebih tepat sehingga diperoleh konsep-konsep dan praktek belajar sesuai dengan kepentingan belajar setiap individu. Namun demikian, perubahan gerakan tersebut tidak menyurutkan tujuan dari teknologi pendidikan yaitu memfasilitasi belajar dan perbaikan penampilan belajar peserta didik dengan menggunakan berbagai macam sumber belajar.
Seiring dengan kemajuan teknologi, maka proses pelaksanaan pendidikan pun mengalami pergeseran, dimana dulu seorang guru bertugas sebagai pengajar/ pemberi secara aktif, sekarang tugas guru beralih seiring dengan teknoologi yang ada. Guru menjadi seorang instructor bagi peserta didik. Sehingga istilah yang dianggap lebih tepat adalah Instructional technology.
C.    Desain sistem teknologi pembelajaran dan Desain Pesan
Ø  Desain sistem teknologi pembelajaran yaitu, prosedur yang terorganisasi dan sistematis untuk[1] :
1.        Penganalisaan (proses perumusan apa yang akan dipelajari)
2.        Perencanaan (penjabaran bagaimana cara mempelajarinya)
3.        Pengembangan (proses penulisan dan pembuatan atau produksi bahan-bahan belajar)
4.        Pelaksaan atau aplikasi (pemanfaatan bahan dan strategi)
5.        Penilaian (proses penentuan ketepatan pembelajaran)
Desain sistem teknologi pembelajaran biasanya merupakan prosedur linear dan interaktif yang menuntut kecermatan dan kemantapan. Agar dapat berfungsi sebagai alat untuk saling mengontrol, semua langkah-langkah tersebut harus tuntas. Dalam menilai pelaksaan desain teknologi pembelajaran mencakup 3 aspek[2] :
1.        Validasi tujuan dalam hubungan dengan peranan pendidikan diproyeksikan.
2.        Tingkat-tingkat kriteria dan bentuk assessemt.
3.        Pelaksanaan organisasi dan pengelolaan dalam hubungan dengan hasil tujuan.
Pada prinsipnya pelaksanaan penilaian harus dilakukan sejak awal dan continue karena merupakan bagian integral dalam pengembangan program.
Dalam desain pembelajaran dikenal beberapa model yang dikemukakan oleh para ahli. Secara umum, model desain pembelajaran dapat diklasifikasikan ke dalam model berorientasi kelas, model berorientasi sistem, model berorientasi produk, model prosedural dan model melingkar. Model berorientasi kelas biasanya ditujukan untuk mendesain pembelajaran level mikro (kelas) yang hanya dilakukan setiap dua jam pelajaran atau lebih. Contohnya adalah model assure.
Model berorientasi produk adalah model desain pembelajaran untuk menghasilkann suatu produk, biasanya media pembelajaran, misalnya video pembelajaran, multimedia pembelajaran, atau modul. Contoh modelnya adalah model hannafin and peck.
Satu lagi adalah model beroreintasi sistem yaitu model desain pembelajaran untuk menghasilkan suatu sistem pembelajaran yang cakupannya luas, seperti desain sistem suatu pelatihan, kurikulum seiolah, dan lain-lain. contohnya adalah model addie. Selain itu ada pula yang biasa kita sebut sebagai model prosedural dan model melingkar.  Contoh dari model prosedural adalah model Dick and Carrey, sementara contoh model melingkar adalah model Kemp.
Adanya variasi model yang ada ini sebenarnya juga dapat menguntungkan, beberapa keuntungan itu antara lain adalah dapat memilih dan menerapkan salah satu model desain pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik yang dihadapi di lapangan, selain itu juga, dapat dikembangkan dan dibuat model turunan dari model-model yang telah ada, ataupun  juga dapat diteliti dan dikembangkan desain yang telah ada untuk dicobakan dan diperbaiki. Beberapa contoh dari model-model diatas akan diuraikan secara lebih jelas berikut ini:
1.      Model Dick and Carrey
Salah satu model desain pembelajaran adalah model Dick and Carey. Model ini termasuk ke dalam model prosedural. Langkah-langkah Desain Pembelajaran menurut Dick and Carey adalah :
                                                   a.          Mengidentifikasikan tujuan umum pembelajaran.
                                                   b.          Melaksanakan analisi pembelajaran
                                                   c.          Mengidentifikasi tingkah laku masukan dan karakteristik siswa
                                                  d.          Merumuskan tujuan performansi
                                                   e.          Mengembangkan butir-butir tes acuan patokan
                                                    f.          Mengembangkan strategi pembelajaran
                                                   g.          Mengembangkan dan memilih materi pembelajaran
                                                   h.          Mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif
                                                     i.          Merevisi bahan pembelajaran
                                                     j.          Mendesain dan melaksanakan evaluasi sumatif.
Model Dick and Carey bagi perancang pemula sangat cocok sebagai dasar untuk mempelajari model desain yang lain. Kesepuluh langkah pada model Dick and Carey menunjukan hubungan yang sangat jelas, dan tidak terputus antara langkah yang satu dengan yang lainya. Langkah awal pada model Dick and Carey adalah mengidentifikasi tujuan pembelajaran. Langkah ini sangat sesuai dengan kurikulum perguruan tinggi maupun sekolah menengah dan sekolah dasar, khususnya dalam mata pelajaran tertentu di mana tujuan pembelajaran pada kurikulum agar dapat melahirkan suatu rancangan pembangunan.
Penggunaan model Dick and Carey dalam pengembangan suatu mata pelajaran dimaksudkan agar :
1.        Pada awal proses pembelajaran anak didik atau siswa dapat mengetahui dan mampumelakukan hal–hal yang berkaitan dengan materi pada akhir pembelajaran.
2.        Adanya pertautan antara tiap kompone nkhususnya strategi pembelajaran dan hasil pembelajaran yang dikehendaki.
3.        Menerangkan langkah–langkah yang perlu dilakukan dalam melakukan perencanaan desain pembelajaran.
2.         Model Kemp
Model Kemp termasuk ke dalam contoh model melingkar. Secara singkat, menurut model ini terdapat beberapa langkah dalam penyusunan sebuah bahan ajar, yaitu :
§  Menentukan tujuan dan daftar topik, menetapkan tujuan umum untuk pembelajaran tiap topiknya.
§  Menganalisis karakteristik pelajar, untuk siapa pembelajaran tersebut didesain
§  Menetapkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dengan syarat dampaknya dapat dijadikan tolak ukur perilaku pelajar
§  Menentukan isi materi pelajaran yang dapat mendukung tiap tujuan.
§  Pengembangan prapenilaian/ penilaian awal untuk menentukan latar belakang pelajar dan pemberian level pengetahuan terhadap suatu topik.
§  Memilih aktivitas pembelajaran dan sumber pembelajaran yang menyenangkan atau menentukan strategi belajar-mengajar, jadi siswa siswa akan mudah menyelesaikan tujuan yang diharapkan.
§  Mengkoordinasi dukungan pelayanan atau sarana penunjang yang meliputi personalia, fasilitas-fasilitas, perlengkapan, dan jadwal untuk melaksanakan rencana pembelajaran.
§  Mengevaluasi pembelajaran siswa dengan syarat mereka menyelesaikan pembelajaran serta melihat kesalahan-kesalahan dan peninjauan kembali beberapa fase dari perencanaan yang membutuhkan perbaikan yang terus menerus, evaluasi yang dilakukan berupa evaluasi formatif dan evaluasi sumatif.
3.    Model ASSURE
Model ASSURE merupakan suatu model yang merupakan sebuah formulasi untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) atau disebut juga model berorientasi kelas. Menurut Heinich et al model ini terdiri atas enam langkah kegiatan yaitu:
a.    Analyze Learners (analisis pelajar)
Menurut Heinich et.al jika sebuah media pembelajaran akan digunakan secara baik dan disesuaikan dengan cirri-ciri belajar, isi dari pelajaran yang akan dibuatkan medianya, media dan bahan pelajaran itu sendiri. Lebih lanjut Heinich, 2005 menyatakan sukar untuk menganalisis semua cirri pelajar yang ada, namun ada tiga hal penting dapat dilakuan untuk mengenal pelajar sesuai .berdasarkan cirri-ciri umum, keterampilan awal khusus dan gaya belajar.
b.    States Objectives (menyatakan tujuan)
Menyatakan tujuan adalah tahapan ketika menentukan tujuan pembeljaran baik berdasarkan buku atau kurikulum. Tujuan pembelajaran akan menginformasikan apakah yang sudah dipelajari anak dari pengajaran yang dijalankan. Menyatakan tujuan harus difokuskan kepada pengetahuan, kemahiran, dan sikap yang baru untuk dipelajari.
c.    Select Methods, Media, and Material (pemilihan metode, media dan bahan)
Heinich menyatakan ada tiga hal penting dalam pemilihan metode, bahan dan media yaitu menentukan metode yang sesuai dengan tugas pembelajaran, dilanjutkan dengan memilih media yang sesuai untuk melaksanakan media yang dipilih, dan langkah terakhir adalah memilih dan atau mendesain media yang telah ditentukan.
d.   Utilize Media and materials (penggunaan media dan bahan)
Menurut Heinich terdapat lima langkah bagi penggunaan media yang baik yaitu, preview bahan, sediakan bahan, sedikan persekitaran, pelajar dan pengalaman pembelajaran.
e.    Require Learner Participation (partisipasi pelajar di dalam kelas)
Sebelum pelajar dinilai secara formal, pelajar perlu dilibatkan dalam aktivitas pembelajaran seperti memecahkan masalah, simulasi, kuis atau presentasi.
f.     Evaluate and Revise
Sebuah media pembelajaran yang telah siap perlu dinilai untuk menguji keberkesanan dan impak pembelajaran.
                                            i.     Model ADDIE
Ada satu model desain pembelajaran yang lebih sifatnya lebih generik yaitu model ADDIE (Analysis-Design-Develop-Implement-Evaluate). ADDIE muncul pada tahun 1990-an yang dikembangkan oleh Reiser dan Mollenda.Salah satu fungsinya ADDIE yaitu menjadi pedoman dalam membangun perangkat dan infrastruktur program pelatihan yang efektif, dinamis dan mendukung kinerja pelatihan itu sendiri. Model ini menggunakan 5 tahap pengembangan yakni :
                                                        a.     Analysis (analisa)
                                                        b.     Design (desain / perancangan)
                                                        c.     Development (pengembangan)
                                                       d.     Implementation (implementasi/eksekusi)
                                                        e.     Evaluation (evaluasi/ umpan balik)
                                                         f.     Model Hanafin and Peck
Model Hannafin dan Peck ialah model desain pengajaran yang terdiri daripada tiga fase yaitu fase Analisis keperluan, fase desain, dan fase pengembangan dan implementasi Dalam model ini, penilaian dan pengulangan perlu dijalankan dalam setiap fase. Model ini adalah model desain pembelajaran berorientasi produk.
Ø  Desain pesan
Desain pesan yaitu perencanaan untuk merekayasa bentuk fisik dari pesan agar terjadi komunikasi antara pengirim dan penerima, dengan memperhatikan prinsip-prinsip perhatian, persepsi dan daya tangkap. Fleming berpendapat bahwa membatasi pesan pada pola-pola isyarat atau symbol yang dapat memodifikasi prilaku kognitif, afektif, dan psikomotor.[3]
Desain pesan harus bersifat spesifik, baik tentang media maupun tugas belajarnya. Hal ini mengandung makna bahwa prinsip-prinsip desain pesan akan berbeda, tergantung pada jenis medianya, apakah bersifat statis, dinamis, atau kominasi keduanya (misalnya suatu potret, film atau grafik computer). Juga apakah tugas belajarnya tentang pembentukan konsep, pengembangan sikap, pengembangan keterampilan, strategi belajar atau hafalan.  Dengan demikian desain pesan ini melibatkan perencanaan untuk menentukan jenis media dan format sajian yang paling menarik untuk menyampaikan pesan-pesan pembelajaran kepada peserta didik.
Menyampaikan pembelajaran sesuai dengan konsep teknologi pembelajaran pada hakikatnya merupakan kegiatan menyampaikan pesan kepada peserta didik oleh narasumber dengan menggunakan bahan, alat, teknik, dan dalam lingkungan tertentu.
1.        Karakteristik Isi Pesan
Agar pesan menarik untuk khalayak, maka pesan harus mengandung unsure-unsur sebagai berikut :
a.       novelty (sesuatu yang baru), pendengar atau pemirsa akan tertarik apabila yang disajikan sesuatu yang baru.
b.      kedekatan atau proximity, pendengar atau pemirsa akan lebih tertarik apabila yang disajikan sesuatu yang dekat secara fisik dengan pengalamannya.
c.       Popularitas pemberian seorang tokoh yang popular akan mempunyai daya tarik tersendiri bagi para pendengarnya.
d.      Pertentangan (conflict), sesuatu yang mengungkapkan pertentangan biasanya disukai pendengar.
e.       Komedi (humor), hal-hal yang lucu dan menyenagkan akan lebih nenarik untuk didengar sehingga tidak membosankan .
f.       keindahan, menyenangi keindahan dan kecantikan adalah salah satu sifat manusia, sehigga sifat yang mengandung keindahan akan sangat disenangi.
g.      emosi, sesuatu yang membangkitkan emosi dan menyentuh perasaan yang merupakan daya tarik tersendiri dalam mengemas suatu pesan.
h.      nostalgia, yaitu hal yang mengungkapkan pengalaman dimasa lalu.
i.        human interest, yaitu cerita-cerita yang menyangkut kehidupan orang lain.
2.        Struktur Pesan
Struktur pesan mengacu kepada bagaimana mengorganisasi elemen-elemen pokok dalam sebuah pesan.
                                                        a.     Sisi pesan terdiri atas dua bentuk penyusunan, yaiyu satu sisi ( one sided) dan dua sisi ( two sided). Penyusunan pesan lebih banyak menitik beratkan pada kepentingan pihak pengirim pesansaja. Biasanya pesan yang ditonjolkan adalah aspek-aspekpositif. Duas sisi pesan disampaikan dengan segala kelemahan dan kekuatannya.
                                                        b.     Urutan penyajian berbentuk climax versus anticlimax order dan recency and primacy model.
                                                        c.     Penarikan kesimpulan. Membuat suatu kesimpulan dapat secara merata langsung dan jalas (explisit) atau secara tidak langsung (implisit)
Ø  Daya Tarik Pesan
Daya tarik pesan berkaitan dengan teknik penampilan dalam penyusunan suatu pesan, ide yang meliputi fear (thereat) appleals, emotional appleals, rational appleals dan humor appleals. Fear (theart) appleals bila dalam menyajikan suatu pesan yang ditunjukan unsur-unsur ancaman bahaya sehingga menimbulkan rasa takut, dan bila penekana pesan pada hal-hal yang bersifat emosional seperti keindahan, kesedihan, kesengsaraan, cinta dan kasih sayang rationel appleals bial pesan tersebut menekankan pada hal-hal yang logis, rasional dan factual. Humor appleals bila penyajian pesan dikemas dalam bentuk humor, bisa saja dalam bentuk kata, kalimat, gambar, simbol, atau yang lainnya yang bisa menimbulkan pesan lucu.
D.    Teori-teori Pembelajaran dalam Desain Teknologi Pembelajaran
Penelitian terkini mengatakan bahwa lingkungan pembelajaran yang bermedia teknologi dapat meningkatkan nilai para pelajar, sikap mereka terhadap belajar, dan evaluasi dari pengalaman belajar mereka. Dengan kata lain, penggunaan media menggunakan audio visual atau komputer media dapat membantu siswa itu memperoleh pelajaran bermanfaat. Guru sebagai pengembang media pembelajaran harus mengetahui perbedaan pendekatan-pendekatan dalam belajar agar dapat memilih strategi pembelajaran yang tepat. Terdapat beberapa teori belajar yang melandasi penggunaan teknologi/komputer dalam pembelajaran yaitu teori behaviorisme, kognitifisme dan konstruktivisme.
·           Teori Behaviorisme
Behaviorisme memandang fikiran sebagai „kotak hitam” dalam merespon rangsangan yang dapat diobsevasi secara kuantitatif, sepenuhnya mengabaikan proses berfikir yang terjadi dalam otak. Kelompok ini memandang tingkah laku yang dapat diobservasi dan diukur sebagai indikator belajar. Implementasi prinsip ini dalam mendesain suatu media pembelajaran adalah sebagai berikut :
                       1.          Siswa harus diberitahu secara eksplisit outcome belajar sehingga mereka dapat mensetting harapan-harapan mereka dan menentukan apakah dirinya telah mencapai outcome dari pembelajaran online atau tidak.
                       2.          Materi belajar harus diurutkan dengan tepat untuk meningkatkan belajar.
                       3.          Pembelajar harus diberi umpan balik sehingga mereka dapat mengetahui bagaimana melakukan tindakan koreksi jika diperlukan.
·           Teori Kognitivisme
Dalam teori ini mereka lebih menyukai metode belajar aktif dan berinteraksi dengan teman untuk memperoleh umpan balik dan informasi. Implementasi prinsip ini dalam mendesain suatu media pembelajaran adalah sebagai berikut:
a.         Materi pembelajaran harus memasukan aktivitas gaya belajar yang berbeda, sehingga siswa dapat memilih aktivitas yang tepat berdasarkan kecenderungan gaya berlajarnya.
b.         Sebagai tambahan aktivitas, dukungan secukupnya harus diberikan kepada siswa dengan perbedaan gaya belajar. Siswa dengan perbedaan gaya belajar memiliki perbedaan pilihan terhadap dukungan, sebagai contoh, assimilator lebih suka kehadiran instruktur yang tinggi. Sementara akomodator lebih suka kehadiran instruktur yang rendah.
c.         Informasi harus disajikan dalam cara yang berbeda untuk mengakomodasi perbedaan individu dalam proses dan memfasilitasi transfer ke long-term memory.
d.        Pembelajar harus dimotivasi untuk belajar, tanpa memperdulikan sebagaimana efektif materi, jika pembelajar tidak dimotivasi mereka tidak akan belajar.
e.         Pada saat belajar, pembelajar harus diberi kesempatan untuk merefleksi apa yang mereka pelajari. Bekerja sama dengan pembelajar lain, dan mengecek kemajuan mereka.
f.          Psikologi kognitif menyarankan bahwa pembelajar menerima dan memproses informasi untuk ditransfer ke long term memory untuk disimpan.
·           Teori Konstruktivisme
Penekanan pokok pada konstruktivis adalah situasi belajar, yang memandang belajar sebagai yang kontekstual. Jika informasi harus diterapkan dalam banyak konteks, maka strategi belajar yang mengangkat belajar multi-kontekstual harus digunakan untuk meyakinkan bahwa pembelajar pasti dapat menerapkan informasi tersebut secara luas. Belajar adalah bergerak menjauh dari pembelajaran satu-cara ke konstruksi dan penemuan pengetahuan. Implementasi pada online learning adalah sebagai berikut :
1.         Belajar harus menjadi suatu proses aktif.
2.         Pembelajar mengkonstruksi pengetahuan sendiri bukan hanya menerima apa yang diberi oleh instruktur.
3.         Bekerja dengan pembelajar lain memberi pembelajar pengalaman kehidupan nyata melalui kerja kelompok, dan memungkinkan mereka menggunakan keterampilan metakognitif mereka.
4.         Pembelajar harus diberi control proses belajar.
5.         Pembelajar harus diberi waktu dan kesempatan untuk refleksi. Pada saat belajar online siswa perlu merefleksi dan menginternalisasi informasi.
6.         Belajar harus dibuat bermakna bagi siswa.
7.         Belajar harus interaktif dan mengangkat belajar tingkat yang lebih tinggi dan kehadiran sosial, dan membantu mengembangkan makna personal.
E.     Pengertian Teknologi
Terminologi teknologi berasal dari kata “textere” (bahasa Latin) yang artinya “to weave or construct”, menenun atau membangun. Dalam bahasa Yunani teknologi berasal dari kata “Technologia” yang menurut Webster Dictionary berarti systematetic treatment atau penanganan sesuatu secara sistematis. Arti lain dari Teknologi diambil dari kata Techne sebagai dasar yaitu art, skill dan science yang berarti keahlian, keterampilan, dan ilmu.
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Secara umum, teknologi dapat didefinisikan sebagai entitas, benda maupun tak benda yang diciptakan secara terpadu melalui perbuatan dan pemikiran untuk mencapai suatu nilai. Dalam penggunaan ini, teknologi merujuk pada alat dan mesin yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah di dunia nyata. Ia adalah istilah
yang mencakupi banyak hal, dapat juga meliputi alat-alat sederhana, seperti linggis atau sendok kayu, atau mesin-mesin yang rumit, seperti stasiun luar angkasa atau pemercepat partikel.
A.    Teknologi Pendidikan
Teknolgi pendidikan yaitu konsep yang kompleks. Ia dapat dikaji dari berbagai segi dan kepentingan. Teknologi pendidikan adalah kajian dan praktik untuk membantu proses belajar dan meningkatkan kinerja dengan membuat, menggunakan, dan mengelola proses dan sumber teknologi yang memadai, istilah teknologi pendidikan sering dihubungkan dengan teori belajar dan pembelajaran, seperti :
Menurut pendapat Cutchal 1999, (dalam Abdul Katar Al-Ghazali : 2) definisi teknologi pendidikan atau pembelajaran merupakan penelitian dan aplikasi ilmu prilaku dan teori belajar dengan menggunakan pendekatan sistem untuk melakukan analisis, desain, pengembangan, implementasi, evaluasi dan pengelolaan penggunaan teknologi untuk membantu memecahkan masalah belajar dan kinerja. Tujuan utamanya adalah pemanfaatan teknologi (soft-technology maupun hard-technology) untuk membantu memecahkan masalah belajar dan kinerja manusia.
Dari beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa Teknologi Pendidikan adalah suatu disiplin ilmu yang memfokuskan diri dalam upaya memfasilitasi belajar pada manusia. Jadi obyek formal teknologi pendidikan menurut pengertian ini adalah bagaimana memfasilitasi belajar dengan cara melalui identifikasi, pengembangan, pengeorgnasiasian dan pemanfaatan secara sistematis seluruh sumber belajar. Disamping itu, melalui pengelolaan yang baik dan tepat terhadap proses secara sistematis pada seluruh sumber belajar.
Teknologi Pendidikan dikenal sebagai cara-cara yang sistemik dan sistematik dalam memecahkan masalah pembelajaran secara efektif dan efisien, di dalam definisi ini ada beberapa pengertian:
a.         Teknologi Pendidikan  menawarkan berbagai cara, bukan satu cara.
b.         Teknologi Pendidikan menawarkan cara yang sistemik (bersistem) bukan parsial, tetapi menyeluruh dan integratif dengan melibatkan semua komponen pembelajaran. Seperti uraian Suparman (2004) “bahwa suatu sistem lebih sekedar gabungan dari bagian-bagian; ia harus mempunyaitujuan tertentu yang tidak dapat dicapai oleh fungsi dari satu atau beberapa bagian darinya.”
c.         Teknologi Pendidikan menawarkan cara yang runtut atau sistematik, tidak acak-acakan.
d.        Teknologi Pendidikan menawarkan cara yang terbukti efektif dan efisien, melalui uji coba dalam skala terbatas sebelum digunakan dalam skala nasional.
e.         Cara-cara itu terfokus pada rangkaian interaksi antara peserta didik dengan sumber belajar dalam skala luas, termasuk pengajar dan berbagai media sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditentukan sebelumnya tercapai.
Definisi itu menjanjikan terjadinya solusi dalam memecahkan masalah pembelajaran melalui lima konsep dasar yang sangat indah. Sehingga munculah Teknologi Pendidikan  ini sebagai sang Revolusioner untuk mengubah taraf pendidikan itu sendiri kearah yang lebih baik.
B.  Tahapan Perkembangan Teknologi Pendidikan
Tahapan perkembangan teknologi pendidikan ini ditinjau dari perjalanan sejarah telah mengalami empat tahap perubahan atau perkembangan, hal ini dilihat dari penyajian pendidikan itu sendiri.
Pertama adalah takkala dalam masyarakat tumbuh suatu profesi baru dalam dunia pendidikan yang disebut “guru” yang diberi tanggung jawab untuk melaksanakan pendidikan mewakili orang tua. Dan guru inilah yang pada mulanya menerapkan teknologi pendidikan dari perangkat softwarenya yang pada masa ini masih tradisional dan sederhana. Dari peranan guru ini sehingga peranan pendidikan bergeser dari pendidikan rumah menjadi pendidikan sekolah secara formal.
Perkembangan kedua dimulai dengan dipergunakannya bahasa tulisan di samping bahasa lisan dalam penyajian pendidikan. Pada perkembangan ini teknologi pendidikan mulai menggunakan perangkat hardwarenya meskipun masih sangat sederhana seperti alat tulis.
Perkembangan yang ketiga terjadi dengan ditemukanya teknik percetakan yang memungkinkan diperbanyaknya bahan-bahan bacaan dalam bentuk buku-buku teks sebagai materi pendidikan, dan saat inilah teknologi pendidikan mulai dipergunakan dari segi software beserta hardwarenya semakin konkrit dan teratur.
Perkembangan yang keempat terjadi dengan ditemukannya teknologi berikut produknya yang menghasilkan alat-alat mekanis,optis maupun elektronis sehingga teknologi pendidikan sudah memakai erangkat software dan hardware secara sempurna dan modern yang sesuai dengan kemampuan pendidik sehingga proses pendidikan semakin maju pesat seiring dengan perkembangan zaman.
Tahapan perkembangan ini tidak memilh dari segi teknologi pendidikan software atau dari perangkat yang lain tetapi sudah memadukannya dengan sangat baik.
C.  Perkembangan dan Ruang Lingkup Teknologi Pendidikan
Perkembangan Teknologi Pendidikan telah berlangsung dari waktu yang lama sekali, banyak pendapat dan kejadian sejarah yang mendasari awal perkembangan Teknologi Pendidikan, terutama yang berkaitan dengan perkembangan manusia.
Hasil dari penelitian “Perceptions and Opinions of Educational Technologists Related to Educational Technology”. (Persepsi dan Pendapat teknologi Pendidikan Terkait dengan Teknologi Pendidikan). mengungkapkan bahwa teknologi pendidikan telah mengalami perubahan sejak disiplin ilmu ini lahir. Perubahan ini secara general ditandai dengan berubahnya konsep teknologi pendidikan sebanyak dua kali dari sejak tahun 1977 (definisi AECT). Konsep tersbut dapat dipaparkan sebagai berikut : “Teknologi Pendidikan merupakan proses yang kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia”.  (AECT, 1977)
“Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan evaluasi terhadap proses dan sumber belajar”.  (AECT, 1994). “Teknologi pendidikan adalah teori dan praktek ilmiah dalam memfasilitasi atau memudahkan belajar dan meningkatkan hasil dengan cara membuat, menggunakan, dan mengelola proses dan sumber teknologi yang tepat) (AECT, 2004/2008)
Dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa dengan perubahan konsep teknologi pendidikan telah terjadinya perubahan paradigma dalam batang tubuh teknologi pendidikan. Paradigma tersebut merupakan cara pandang teknologi pendidikan terhadap perkembangan manusia.   
Dalam teknologi Pendidikan dalam keseluruhan kegiatannya bertujuan untuk :
1.                   Meningkatkan fungsi dan peran komponen-komponen sistem instruksional seperti guru, pesan, bahan, peralatan, teknik, lingkungan dan sebagainya untuk memecahkan masalah-masalah kependidikan
2.                   Meningkatkan fungsi pengembangan instruksional seperti riset teori, desain, produksi, logistik dan sebagainya untuk menganalisis masalah, merancang, melaksanakan dan menilai upaya pemecahan masalah-masalah kependidikan.
3.                   Meningkatkan fungsi manejemen instruksional, baik manajemen personil maupun manajemen organisasinya untuk mengkoordinasikan salah satu atau beberapa fungsi yang telah disebutkan di atas.
Jika dikaji lebih mendalam mengenai ciri-ciri dan tujuan teknologi pembelajaran di atas, jelaslah bahwa kehadiran teknologi pembelajaran dalam dunia pendidikan adalah karena adanya dorongan-dorongan tertentu.
Adapun hal-hal yang mendorong dikembangkannya teknologi pembelajaran adalah sebagai berikut:
a.       Adanya  siswa atau peserta didik yang memerlukan bantuan dalam belajar sesuai dengan kemampuannya, kebutuhannya, kondisinya dan tujuannya.
b.      Sumber-sumber tradisonal sudah tidak mencukupi lagi kebutuhan pendidikan, oleh karena itu, perlu dikembangkan dan dimanfaatkannya sumber-sumber belajar baru
c.       Adanya komponen-komponen sistem instruksional berupa pesan, orang, bahan, peralatan, teknik dan lingkungan yang perlu didayagunakan agar dapat mencapai tujuan pembelajaran secara efektitif dan efisien
d.      Adanya kegiatan sebagai suatu sistem dalam mengembangkan sumber-sumber belajar sebagai komponen sistem instruksional yang bertolak dari suatu teori tertentu dan hasil penelitian, kemudian dirancang, diproduksi, disajikan, digunakan, dinilai untuk disempurnakan, kemudian disebarkan
e.       Adanya kegiatan belajar yang memanfaatkan sumber belajar sebagai komponen sistem instruksional, serta lembaga atau instansi yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut sehingga perlu dikelola dengan baik agar kegiatan tersebut lebih berdaya guna
Kelima latar belakang tersebut, secara konseptual merupakan gejala bidang garapan teknologi pembelajaran, sekaligus latar belakang diterapkannya konsep teknologi pembelajaran.
Berikut ini akan dikemukakan secara singkat gerakan yang mendasari terwujudnya bidang dan konsep teknologi pembelajaran seperti yang ada sekarang.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa teknologi pembelajaran pada pokoknya mempunyai lima jenis kegiatan yaitu :
ü  Menganalisis masalah dan merumuskan masalah
ü  Merancang pemecahan masalah
ü  Mengembangkan pemecahan masalah
ü  uji coba, penilaian dan revisi pemecahan masalah, dan
ü  Penerapan dan pengendalian pemecahan masalah.
Teknologi Pendidikan dalam keseluruhan kegiatannya bertujuan untuk: 
1.         Meningkatkan fungsi dan peran komponen-komponen sistem instruksional seperti guru, pesan, bahan, peralatan, teknik, lingkungan dan sebagainya untuk memecahkan masalah-masalah kependidikan.
2.         Meningkatkan fungsi pengembangan instruksional seperti riset teori, desain, produksi, logistik dan sebagainya untuk menganalisis masalah, merancang, melaksanakan dan menilai upaya pemecahan masalah-masalah kependidikan.
3.         Meningkatkan fungsi manejemen instruksional, baik manajemen personil maupun manajemen organisasinya untuk mengkoordinasikan salah satu atau beberapa fungsi yang telah disebutkan di atas.
Jika dikaji lebih mendalam mengenai ciri-ciri dan tujuan teknologi pembelajaran di atas, jelaslah bahwa kehadiran teknologi pembelajaran dalam dunia pendidikan adalah karena adanya dorongan-dorongan tertentu.
Adapun hal-hal yang mendorong dikembangkannya teknologi pembelajaran adalah sebagai berikut:
·           Adanya  siswa atau peserta didik yang memerlukan bantuan dalam belajar sesuai dengan kemampuannya, kebutuhannya, kondisinya dan tujuannya
·           sumber-sumber tradisonal sudah tidak mencukupi lagi kebutuhan pendidikan, oleh karena itu, perlu dikembangkan dan dimanfaatkannya sumber-sumber belajar baru
·           Adanya komponen-komponen sistem instruksional berupa pesan, orang, bahan, peralatan, teknik dan lingkungan yang perlu didayagunakan agar dapat mencapai tujuan pembelajaran secara efektitif dan efisien
·           Adanya kegiatan sebagai suatu sistem dalam mengembangkan sumber-sumber belajar sebagai komponen sistem instruksional yang bertolak dari suatu teori tertentu dan hasil penelitian, kemudian dirancang, diproduksi, disajikan, digunakan, dinilai untuk disempurnakan, kemudian disebarkan
·           Adanya kegiatan belajar yang memanfaatkan sumber belajar sebagai komponen sistem instruksional, serta lembaga atau instansi yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut sehingga perlu dikelola dengan baik agar kegiatan tersebut lebih berdaya guna
Kelima latar belakang tersebut, secara konseptual merupakan gejala bidang garapan teknologi pembelajaran, sekaligus latar belakang diterapkannya konsep teknologi pembelajaran.
Berikut ini akan dikemukakan secara singkat gerakan yang mendasari terwujudnya bidang dan konsep teknologi pembelajaran seperti yang ada sekarang. 
1.      Menganalisis masalah dan merumuskan masalah
2.      Merancang pemecahan masalah
3.      Mengembangkan pemecahan masalah
4.      Uji coba, penilaian dan revisi pemecahan masalah, dan
5.      Penerapan dan pengendalian pemecahan masalah.
D.    Pengertian Manajemen teknologi pendidikan
Menurut Mary Parker Follet, manajemen sebagai seni untuk melaksanakan pekerjaan melalui orang. Sedangkan menurut Henry M. Botinger manajemen sebagai suatu seni membutuhkan tiga unsur yaitu : pandangan, pengetahuan teknis, dan komunikasi. Ketiga unsur tersebut terkandung dalam manajemen. [1] manajemen diartikan sebagai seni dalam proses merencana, mengorganisasi, memimpin, dan mengendalikan upaya organisasi dengan segala aspeknya agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien.
Sedangkan teknologi adalah suatu proses yang dilaksanakan dalam upaya untuk mewujudkan sesuatu secara rasional yang meliputi barang-barang, benda-benda, atau alat-alat yang berhasil dibuat oleh manusia untuk memudahkan dan menggampangkan realisasi hidupnya di dalam dunia.
Dan pendidikan Menurut Langeveld adalah setiap usaha, pengaruh, perlindungan dan bantuan yang diberikan pada anak tertuju kepada pendewasaan anak itu, atau lebih tepat membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri.[2]
Dari rincian diatas maka dapat kita simpulkan bahwaManajemen teknologi merupakan pengerahan (deployment) upaya (sumber daya) secara efektif (multidisiplin) dalam perencanaan, pengembangan dan implementasi kemampuan teknologi untuk pencapaian tujuan strategik dan operasional Pendidikan. Selain itu, manajemen teknologi dapat dikatakan sebagai suatu ilmu yang menjembatani antara kajian manajemen, teknik dan ilmu pengetahuan (sciences).
Dalam manajemen teknologi pendidikan dilakukan need assessment sebagai langkah awal dari proses secara sistematis. Sedangkan tujuan dari need assessment itu sendiri adalah menemukan dan mengenali parameter parameter penyebab masalah untuk mencari pemecahan yang akurat.
https://neozonk.files.wordpress.com/2010/02/021610_0446_manajemente2.jpg?w=500
Proses need assessment itu di klasifikasikankedalam 7 bagian
1.         Gather Information, yaitu proses pengumpulan informasi dalam mengumpulkan data-data yang diperlukan
2.         Identify discrepancies, yaitu proses dimana menidentifikasi perbedaan antara harapan dan hasil yang ingin dicapai, dalam proses ini masalah yang dihadapai sudah ada
3.         Do performance analysis, proses ini ada ketika masalah yang timbul karena adanya kekurangan di sumber daya manusia, maka hal yang dilakukan bias dengan pengadaan diklat
4.         Identify constrain and resources, proses ini ada ketik amasalah yang timbul karena sarana penunjang SDM.
5.         Identify learner characteristic, proses ini dilakukan untuk membantu memecahkan masalah dengan me-sinergikan antara pembelajar objek atau sumber sarana yang diperlukan
6.         Identify priorities and goals, dalam proses ini di tentukan prioritas utama dantujuan yang harus di capai
7.         Write problem statement, proses ini adalah akhir dari proses need assessment, dimana isinya adalah untuk menyimpulkan permasalahan yang ada serta prioritas dan tujuan yang telah di tetapkan.
Merancang tujuan dan target pembelajaran adalah langkah pertama yang harus dilakukan dalam merancang pembelajaran menggunakan teknologi. Sejatinya, teknologi apapun yang digunakan, tahap pertama tetaplah harus demikian pula adanya.
Tomei (2003) menulis bahwa sebuah pembelajaran berbasis teknologi dimulai dengan informasi-informasi berikut ini :
a.         Tema : Pilihlah tema yang mencerminkan kurikulum yang akan diajarkan.
b.         Kesesuaian Tingkat Pembelajaran: Tentukan target yang harus dicapai oleh para pembelajar dan pengetahuan dasar yang dibutuhkan oleh siswa sebelum memulai pelajaran
c.         PanjangWaktuBelajar : Unit-unit tematik seringkali menghabiskan lebih dari satu periode kelas.
d.        Fokus:Buatlah sebuah pernyataan fokus pendek yang menyimpulkan garis besar keseluruhan dari unit dan topik-topik bagian yang akan digali.            
E.  Teori-teori Manajemen
Dalam perkembangan teori manajemen, dikenal tiga teori manajemen, yaitu; teori klasik, tori neo klasik, dan teori modern.
a.         Teoriklasik, berasumsi bahwa para pekerja atau manusia itu sifatnya rasional, berfikir logik, dan kerja merupakan suatu yang diharapkan.
b.         Teori neo klasik, berasumsi bahwa manusia itu makhluk sosial dengan mengaktualisasikan dirinya.
c.         Teori modern, pendekatan modern berdasarkanhal-hal yang sifatnya situasional, artinya orang menyesuaikan diri dengan situasi yang dihadapi dan mengambil keputusan sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan. Asumsinya bahwa orang itu berlainan dan berubah baik kebutuhannya, reaksinya, tindakannya yang semuanya bergantung pada lingkungan. Teori modern dengan pandangan sistem memandang  organisasi itu terbuka (open system) dan kompleks.
Tiga unsur pokok, yaitu analisis sistem, rancangan sistem, dan manajemen memberi petunjuk dalam mengoperasionalkan pendekatan sistem.[3]
F.   Kontribusi Teori Manajemen dalam Teknologi Pendidikan
Dalam kajian teknologi pendidikan, teori manajemen mengalami proses perekembangan. Pada awalnya manajemen dipandang penting untuk mengawasi proses dan hasil pembelajaran di lingkungan sekolah. Pada tahun 1972, manajemen dipandang sebagai supervisi personel dan pengelolaan organisasi. Kemudian pada tahun 1977 manajemen dipandang sebagai proses pengembangan Instruksional dan sistem pembelajaran berbasis teknologi (AECT, 1977).
Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen dalam teknologi pendidikan adalah suatu proses pengelolaan desain instruksional (desain pembelajaran) yang mencakup proses perencanaan, koordinasi, organisasi dan supervisi sumber, informasi, dan sistem pembelajaran.
            Adapun kontribusi teori manajemen dalam teknologi pendidikan dapat dilihat pada program manajemen dalam teknologi pendidikan antara lain; manajemen proyek, manajemen sumber, manajemen personal, dan manajemen program.
            Adapun fungsi manajemen proyek dalam pendidikan adalah proses perencanaan, monitoring, dan pengendalian proyek desain dan pengembangan desain instruksional. Sedangkan fungsi manajemen sumber adalah perencanaan, pemantauan, dan pengendalian sistem pendukung dan pelayanan sumber (sumber mencakup personil keuangan, bahan baku, waktu, fasilitas, dan sumber pembelajaran). Fungsi manajemen personal adalah menyiapkan orang-orang yang ahli dalam pengelolaan berbagai sumber belajar. Sedangkan manajemen program berfungsi sebagai supervisi dan kontrol/pengawasan terhadap seluruh aktivitas manajemen sebelumnya, agar proses manajemen pengelolaan desain instruksional tersebut dapat berjalan efektif dan efisien.
            Jadi dapat disimpulkan bahwa kontribusi teori manajemen dalam teknologi pendidikan adalah sebagai pengelola teknologi pendidikan, adapun proses manajemen tersebut berperan dalam konteks manajemen desain instruksional.
G.    Macam-macam Teknologi dalam Menciptakan Sistem Pendidikan
1.      Sistem berpikir
      Sistem berpikir menjadikan kita untuk lebih hati-hati dengan munculnya tiap mode di dunia pendidikan. Tanpa sistem berpikir kita akan sulit untuk mengadakan peningkatan riil di bidang pendidikan. Jadi sistem berpikir menghadirkan konsep sistem yang umum, dimana berbagai hal saling terkait.
2.      Desain sistem
      Desain sistem adalah teknologi merancang dan membangun sistem yang baru. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan yang cepat yang meningkatkan harapan. Desain sistem memberi kita peralatan untuk menciptakan suatu system yang baru dan suatu strategi untuk perubahan.
3.      Kualitas pengetahuan
      Mutu atau kualitas pengetahuan merupakan teknologi yang memproduksi suatu produk atau jasa/ layanan yang sesuai harapan dan pelanggan. Ilmu pengetahuan yang berkualitas telah menjadi alat yang sangat berharga dalam inovasi pendidikan/ sekolah.
4.       Manajemen Perubahan
      Manajemen perubahan adalah suatu cara untuk memandu energi kreatif ke arah perubahan positif.
5.      Teknologi pembelajaran
      Disini ada dua bagian yaitu peralatan Pelajar elektronik (Komputer, multimedia, Internet, telekomunikasi), dan pembelajaran yang didesain, metode dan strateginya diperlukan untuk membuat peralatan elektronik yang efektif.. Jadi teknologi pembelajaran adalah sistem pemikiran yang berlaku untuk instruksi dan belajar.



H.    Aplikasi Teknologi Manajemen dalam Pemecahan Masalah Pembelajaran[4]
Pembelajaran merupakan proses interaksi pendidik dan pembelajar, di dalam interaksi tersebut akan terjadi proses transformasi pengetahuan, nilai, dan budaya. Pendidik (guru) adalah seorang manajer dalam kelas, pendidiklah yang bertanggung jawab dalam melakukan proses pengelolaan baik pra pembelajaran, proses pembelajaran di dalam kelas hingga pasca pembelajaran, maka pendidiklah yang berusaha mencari solusi dalam memecahkan masalah-masalah pembelajaran yang timbul.
Penerapan manajemen Instruksional merupakan salah satu cara seorang pendidik mampu menemukan solusi terhadap masalah yang dihadapi. Penerapan manajemen dapat dilakukan dengan mengelola desain Instruksional yang efektif, yaitu dengan merumuskan tujuan yang yang berpusat pada pengembangan kognitif, afektif dan psikomotorik pembelajar, mengembangkan dan memanfaatkan media pembelajaran yang bervariatif dan efektif, mengembangkan strategi pembelajaran, dan memanfaatkan aneka sumber belajar, serta menyusun rancangan evaluasi yang efektif.
Disamping itu, manajemen juga dapat diterapkan dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas dengan melakukan pengelolaan kelas, misalnya pengaturan tempat duduk, ventilasi, pengaturan penyimpanan barang-barang, menciptakan suasana sosio-emosional, dan menciptakan kondisi organisasional.
Dalam pengelolaan pembelajaran, teknologi manajemen dimanfaatkan dalam mengembangkan, merancang, dan melaksanakan strategi pembelajaran dengan pola sistem belajar mandiri dengan memanfaatkan belajar dengan bantuan komputer, belajar jarak jauh (distance learning), belajar melalui modul, belajar terbuka (open learning), dan pola-pola pembelajaran lainnya.




BAB III
PENUTUP
A.           Kesimpulan
Dalam desain pembelajaran dikenal beberapa model yang dikemukakan oleh para ahli. Secara umum, model desain pembelajaran dapat diklasifikasikan ke dalam model berorientasi kelas, model berorientasi sistem, model berorientasi produk, model prosedural dan model melingkar. Model berorientasi kelas biasanya ditujukan untuk mendesain pembelajaran level mikro (kelas) yang hanya dilakukan setiap dua jam pelajaran atau lebih. Contohnya adalah model assure.
Model berorientasi produk adalah model desain pembelajaran untuk menghasilkann suatu produk, biasanya media pembelajaran, misalnya video pembelajaran, multimedia pembelajaran, atau modul. Contoh modelnya adalah model hannafin and peck.
Satu lagi adalah model beroreintasi sistem yaitu model desain pembelajaran untuk menghasilkan suatu sistem pembelajaran yang cakupannya luas, seperti desain sistem suatu pelatihan, kurikulum seiolah, dan lain-lain. contohnya adalah model addie. Selain itu ada pula yang biasa kita sebut sebagai model prosedural dan model melingkar.  Contoh dari model prosedural adalah model Dick and Carrey, sementara contoh model melingkar adalah model Kemp.
Adanya variasi model yang ada ini sebenarnya juga dapat menguntungkan, beberapa keuntungan itu antara lain adalah dapat memilih dan menerapkan salah satu model desain pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik yang dihadapi di lapangan, selain itu juga, dapat dikembangkan dan dibuat model turunan dari model-model yang telah ada, ataupun  juga dapat diteliti dan dikembangkan desain yang telah ada untuk dicobakan dan diperbaiki.
B.            Saran
Berdasarkan pemaparan dari makalah kami diatas maka pemakalah akan memberikan  saran kepada pembaca bahwa teknologi sangat pentimg bagi kehidupan dan membantu juga dalam pembelajaran di pendidikan kita sehari-hari. Sekian dari makalah kami masih banyak kesalahan dan kekurangan dalam penulisan makalah ini, untuk itu penulis mengharapkan kepada teman-teman dan dosen pembimbing agar dapat memberikan kritikan dan saran agar bisa menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua.































Daftar isi
Abdul Majid. Percenanaan Pembelajaran. (Bandung: Remaja Rosdakarya). 2011.
Bambang Warsita,Teknologi Pembelajaran dan Landasan Aplikasinya.Jakarta: Rieneka Cipta.2008
Harjali, Teknologi Pendidikan,Jakarta: PT.Rineka Cipta, 2000
Hasbullah. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persad 2005.
Nanang Fattah. Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2006.
Yusufhadi Miarso, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, Jakarta: Kencana.2004




[1]Nanang Fattah, Landasan Manajemen Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya), 2006, hlm.3.
[2]Hasbullah, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada), 2005, hlm. 2.
[3]Nanang Fattah, Landasan Manajemen Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya), 2006, hlm. 22-28


[1] Bambang Warsita, Teknologi Pembelajaran, (Jakarta: Rineka Cipta), 2008, Hlm.23.
[2] Abdul Majid, Percenanaan Pembelajaran, (Bandung: Remaja Rosdakarya), 2011, Hlm.32.
[3] Bambang Warsita, Teknologi Pembelajaran, (Jakarta: Rineka Cipta), 2008, Hlm.23

[1] Bambang Warsita,Teknologi Pembelajaran dan Landasan Aplikasinya.Jakarta: Rieneka Cipta.2008. hlm 25
[2] Harjali, Teknologi Pendidikan,Jakarta: PT.Rineka Cipta, 2000, hlm 45
[3] Bambang Warsita,Teknologi Pembelajaran dan Landasan Aplikasinya.Jakarta: Rieneka Cipta.2008. hlm 25
[4] Yusufhadi Miarso, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, Jakarta: Kencana.2004, hlm 72